Ketiga: Mengenal Nabi Muhammad shallallahu âalaihi wa sallam, karena beliau adalah wasithah (perantara) antara kita dan Allah. Kita tidak bisa beribadah kepada Allah dengan baik melainkan melalui syariat beliau shallallahu âalaihi wa sallam. Lihat bahasan dalam Hasyiyah Tsalatsah Al-Ushul, hlm. 25.
Semoga Allah menjadikan pada benak dan tujuan hidup kita adalah darul akhirat, negeri akhirat yang kekal abadi. Hanyalah Allah yang memberi taufik, wallahu waliyyut taufiq was sadaad. Baca Juga: Nasib Orang yang Terakhir Masuk Surga â @ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, 23 Jumadal Akhiroh 1434 H. www.rumaysho.com
Kaedah Fikih (29): Siapa yang Melakukan Suatu Amal, Ia Berhak Mendapatkan Balasan. Siapa saja yang melakukan suatu amal, ia berhak mendapatkan balasan. Ini adalah salah satu kaedah/ kaidah fikih yang disampaikan oleh para ulama, di antaranya Syaikh As-Saâdi dalam bait syairnya. 1. Kaidah Fikih.
Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah menyatakan bahwa alhamdulillah (segala pujian kepada Allah) adalah syukur yang murni kepada Allah, bukan kepada sesembahan-sesembahan selain Allah lainnya, pujian ini dihaturkan atas nikmat yang tak terhingga yang telah Allah berikan.
Rasa takut inilah yang dapat membentengi dari maksiat. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, âSeorang hamba bisa menerjang yang haram karena dua sebab: 1- Suuzhon (berprasangka jelek) pada Allah. Karena seandainya seseorang mentaati dan mendahulukan perintah Allah, tentu ia hanya mau melakukan yang dihalalkan. 2- Hawa nafsunya mengalahkan sifat
Ibnu Majah no. 2144, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani). Dalam hadits tersebut terdapat dua maslahat yang diperintahkan untuk dicari yaitu maslahat dunia dan maslahat akhirat. Maslahat dunia dengan pekerjaan yang halal, maslahat akhirat dengan takwa. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan alasan kenapa dua hal itu digabungkan.
Yang wajib adalah mengucapkan, mengetahui, meyakini dan mengamalkan konsekuensi kalimat yang agung ini, yaitu dengan mengesakan Allâh dalam beribadah dan meninggalkan peribadahan kepada selain Allâh. Inilah makna syahadat Lâ ilâha illallâh. Jika seseorang tidak mengucapkan kalimat syahadat tersebut, maka dia tidak dihukumi Islam, walapun
yYQP.
berharap hanya kepada allah rumaysho